Bukit Panguk Kediwung: Perburuan Sunrise yang Gagal #JOG19

Kembali lagi, Yogyakarta menjadi salah satu kota yang terus kami kunjungi secara berulang. Seperti pada prolog yang sempat saya sampaikan, kota ini seakan tidak pernah kehilangan sihirnya untuk terus dikunjungi.

Bukit Panguk Kediwung menjadi tujuan pertama kami saat touchdown di stasiun tugu pada trip ke Yogyakarta tahun 2019 lalu. Yap, pada kesempatan kali itu saya berangkat bersama beberapa orang anggota nyikreuh lainnya untuk sedikit menyegarkan diri dan pikiran dari hiruk pikuk ibu kota.

Intermezzo Trip Jogja 2019

Saya, Luthfi dan Dicky berangkat dari Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2019 malam menggunakan Kereta Api Taksaka. Sedangkan Fajzar dan Icha lebih dulu sampai di Jogja satu hari karena mereka memilki jadwal libur yang juga lebih cepat.

Sesuai dengan jadwal, kami tiba di Stasiun Tugu, Yogyakarta, pukul 04:30 subuh. Setelah shalat, mengambil mobil sewaan serta mengurus beberapa dokumennya, akhirnya kami berangkat menjemput kedua teman dan menuju ke destinasi pertama di kota gudeg.

Menuju Bukit Panguk Kediwung dari Stasiun Tugu

Sesuai namanya, Bukit Panguk Kediwung  berlokasi di daerah Kediwung, tepatnya di Mangunan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat tersebut berada di dataran tinggi, sehingga untuk mencari udara segar, suasana yang hening dan juga pemandangan matahari terbit bisa kalian dapatkan di tempat ini.

Apabila sesuai estimasi, dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju bukit tersebut hanya memerlukan waktu sekitar satu jam. Dengan kondisi jalanan di pagi hari yang sepi juga, seharusnnya kita bisa tiba lebih cepat lagi.

Apalagi saat itu kita ngejemput ke penginapan di daerah Prawirotaman yang notabene searah dengan tujuan. Yaa tapi begitulah, ekspektasi ga selalu sejalan dengan realita.

Perjalanan menuju Bukit Panguk Kediwung

Perjalanan menuju Bukit Panguk Kediwung

Karena kendala teknis seperti rental mobil telat datang hingga nyasar di perjalanan, mau ga mau kita kehilangan satu momen yang udah direncanakan. Pada akhirnya, di hari pertama trip kita langsung dapet pelajaran berarti, kasih spare waktu tambahan dan juga jangan terlalu percaya maps.

Tiba di Bukit dengan Sun yang Terlampau Rise

Setelah kurang lebih satu setengah jam perjalanan, akhirnya kami tiba juga di Bukit Panguk Kediwung. Perjalanan yang ditempuh lebih lama sekitar 30 menit dari estimasi yang ditunjukkan oleh maps.

Sesuai perkiraan, matahari terbit yang kami kejar ternyata sudah terlampau naik ke atas. Yaa mau gimana lagi, daripada menyesali yang udah terjadi, mending kita coba nikmatin aja apa yang masih bisa dinikmati.

Begitu tiba, terlihat sudah ada beberapa kendaraan roda dua ataupun empat di parkiran. Dari jauh pun terlihat ada beberapa orang yang sedang berfoto di berbagai spot yang ada.

Harga Tiket Masuk dan Biaya Berfoto

Jalan dari parkiran menuju loket masuknya sangat dekat, cukup terlihat jelas oleh mata. Untuk tiket masuk, setiap orangnya dikenakan biaya retribusi yang terbilang cukup murah, yaitu hanya Rp 4.000 per orang.

Luas dari tempat ini tidak terlalu besar, engga butuh waktu yang lama untuk bisa explore semuanya. Walaupun kita dateng sedikit siang, suasana di tempat ini masih lumayan dingin.

Di Bukit ini terdapat juga beberapa spot foto buatan yang lumayan kece juga sih kalo kita foto di atasnya. Untuk bisa foto di tiap spotnya, kita dikenakan biaya berkisar antara Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per orang untuk tiap spot.

Loket untuk bayar sewa spot foto di Bukit Panguk Kediwung

Loket untuk bayar sewa beberapa spot foto

Sebenernya saya rada aneh juga sih kenapa untuk foto di beberapa titik perlu dikenakan biaya. Setelah dipikir, mungkin karena pembuatan tempat itu juga perlu biaya kali ya, jadi kita mutusin buat bayar aja, toh kita dapet benefit yang sesuai.

Fasilitas di Bukit Panguk Kediwung

Fasilitas umum di tempat ini terbilang cukup lengkap, mulai dari toilet, musala, sampai warung untuk jajan pun ada di sini. Buat yang bawa kendaraan pun bisa cukup tenang, karena area parkir di sini tuh lumayan luas dan bisa ditempati untuk kendaraan roda dua maupun empat.

Kalo kalian pengen dapetin foto dengan latar yang ga itu-itu aja, di sini pun disediain beberapa spot buatan yang anti-mainstream. Tapi buat kami beberapa spot yang ada malah bikin kesan ‘alami’ dari tempat ini berukang sih.

Spot foto bertema pulau

Spot foto bertema pulau

 

Spot foto bertema kupu-kupu

Spot foto bertema kupu-kupu

Ohiya, untuk kalian yang mau foto pre-wedding bisa banget dilakuin di bukit ini. Hanya saja, kalian akan dikenakan extra charge untuk hal itu, untuk nominalnya kita kurang inget berapa.

Destinasi Wisata di Sekitar Bukit Panguk Kediwung

Setelah puas berfoto dan juga beristirahat, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. Sebenarnya kami sudah memilki tempat yang akan didatangi, tetapi karena penasaran jadi kami juga membuka google maps untuk mengetahui ada destinasi apa lagi di sekitar sini.

Dari apa yang kami lihat, ternyata di dekat Bukit Panguk Kediwung ini terdapat beberapa tempat wisata yang cukup terkenal seperti Kebun Buah Mangunan, Wisata Alam Watu Lawang dan juga Hutan Pinus Mangunan, Dlingo.

Pemandangan dari Dlingo yang super keren!

Foto dari pemandangan dari Dlingo yang super keren di trip terdahulu

Walaupun tempat-tempat tersebut lebih dekat, kami tetap memutuskan untuk menuju tujuan yang sudah direncanakan sebelumnya. Tempat ini menjadi salah satu yang kami syukuri karena tidak terlewatkan.

Nama tempat ini yaitu Air Terjun Sri Gethuk. Untuk cerita lengkap mengenai keseruan kami di sana, tunggu di postingan berikutnya ya!

Ringkasan dan Kesimpulan

Eksplorasi kami di Bukit Panguk Kediwung ini engga terlalu lama. Selain karena tempatnya engga terlalu luas, kami juga lumayan bosan karena ga banyak kegiatan yang bisa dilakuin selain foto-foto.

Buat yang mau dateng ke sini, saya saranin sebaiknya dateng lebih pagi/subuh di selain musim hujan buat yang ingin hunting sunrise. Tapi buat kalian yang ingin nyari suasana yang adem dan tenang, ga perlu dateng se-pagi itu buat dapetinnya.

Pemandangan perbukitan di Bukit Panguk Kediwung

Pemandangan perbukitan di Bukit Panguk Kediwung. Kalau kalian datang di jam dan musim yang tepat, “samudera” awan akan jadi pemandangan yang kalian lihat

Demikian yang bisa disampaikan pada postingan kali ini, mohon maaf jika ada hal keliru ataupun kurang tepat mengenai apa yang saya sampaikan. Kalau kalian punya saran ataupun koreksi, jangan sungkan ya untuk tulis di kolom komentar di bawah.

Jangan lupa untuk follow IG kita di @nyikreuh dan IG pribadi saya di @GhiffariHendana untuk tau update tempat wisata ataupun cerita traveling kita yang terbaru.

Biaya: Rp4.000 – 5.000

Alamat: Dusun Kediwung, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul,  Daerah Istimewa Yogyakarta, Kode Pos 55783

Hari Operasional: Setiap hari

Jam Operasional: 05.00 – tutup

Total Pengeluaran

Tiket Masuk: Rp 4.000,-

Parkir Mobil: Rp 5.000,-

Spot Foto: 1 x Rp 3.000, 2 x Rp 5.000 = 13.000

Total: Rp 22.000 per orang (anggap engga patungan parkir)

Beri penilaian untuk postingan ini!
[Keseluruhan: 4 Rata-rata: 5]

Comments 2

  1. Avatar Marco May 30, 2020
    • Ghiffari Hendana Ghiffari Hendana June 1, 2020

Leave a Reply