Karimunjawa dengan Segala Keindahan dan Keserderhanaannya

Karimunjawa, ialah pulau kecil yang memiliki keindahan alam yang sangat memukau. Perpaduan warna langit dan birunya laut menjadikannya sempurna di mata wisatawan.

Sunrise dan Sunset cantik yang selalu ditunggu, deburan ombak tenang yang membuat nyaman untuk berlama-lama di pantai, ramahnya masyarakat lokal yang membuat wisatawan nyaman dengan lingkungan sekitar serta kesederhanaannya pun merupakan suatu daya tarik wisatawan terhadap Karimunjawa.

6 September 2018, saya bersama dua teman kampus pergi berlibur ke Pulau Karimunjawa selama 3 hari 2 malam. Kita pergi bersama-sama dari Bandung menggunakan bus Bandung Express sampai Jepara. Dengan lokasi tinggal kita yang berbeda-beda dan jarak yang cukup jauh, saya memutuskan titik kumpul di pool bus Bandung Express.

Pasir Putih Karimunjawa

Pantai Pasir Putih di Karimunjawa

Akhirnya kita berangkat pada pukul 17.30 dengan estimasi perjalanan selama 11 jam. Sebenarnya perjalanan darat tidak bisa dipastikan waktu tempuhnya karena selalu ada permasalahan diluar dugaan seperti macet dan lainnya. Hal itu kemudian membuat perjalanan kami molor 3.5 jam, yang seharusnya sampai pukul 04.30 menjadi pukul 06.45 pagi.

Saya dan teman-teman panik karena takut ketinggalan kapal yang dijadwalkan berangkat pukul 07.00, sementara pada pukul 06.30 kita masih berada di perjalanan. Sesampai di Jepara kita tidak turun di Terminal, melainkan di dekat pelabuhan dan kemudian dilanjutkan naik becak dengan harga 20rb.

Sebenarnya perjalanan darat tidak bisa dipastikan waktu tempuhnya karena selalu ada permasalahan diluar dugaan seperti macet dan lainnya.

Mesin Kapal yang Rusak

7 September 2018 kita sampai di pelabuhan, kemudian segera menghubungi agen penjual tiket untuk mengambil tiket kapal kita bertiga. Setelah 5 menit menunggu Mas Agen Tiket, akhirnya ia datang tetapi dengan membawa kabar buruk.

Dia memberitahu bahwa KMP Ferry Siginjai yang akan di mengantar kita ke Pulau Karimunjawa tidak beroperasi dikarenakan mesinnya rusak. Mungkin bisa dianggap kabar baik karena tidak ketinggalan kapal, akan tetapi kabar buruknya tiket kapal untuk hari itu sudah habis.

Kita panik, karena sudah jauh sampai jepara tetapi tidak nyebrang ke Karimunjawa. Saya nego terus dan minta bantuan mas agen untuk carikan 3 tiket untuk kita.

Di pelabuhan Kartini Jepara banyak sekali wisatawan yang terlantar akibat KMP Ferry Siginjai yang tidak dapat ber-operasi, termasuk kita bertiga. Setelah hampir 2 jam terlantar, pihak pelabuhan memberi kabar akan menambahkan jadwal Kapal untuk hari itu, tetapi dengan harga yang berbeda untuk keberangkatan pukul 16.00.

Perbedaan harga dikarenakan kapal tambahannya, KMC Bahari Express, memiliki waktu tempuh 2 jam, sementara  KMP Ferry Siginjai 4 jam. Kita mendapatkan tiket kapal ini berkat bantuan Mas Agen, walaupun begitu saya dan teman-teman masih harus menunggu hingga pukul 16.00. Selama 8 jam di pelabuhan, kita hampir dapat mengenali semua wajah wisatawan asing yang berada di sana dan tahu darimana mereka berasa.

Perbedaan harga dikarenakan kapal tambahannya, KMC Bahari Express, memiliki waktu tempuh 2 jam, sementara  KMP Ferry Siginjai 4 jam.

Menyebrangi Karimunjawa

Sunset Point

Pemandangan matahari terbenam di Sunset Point Karimunjawa

Pukul 15.30 kapal yang kami tunggu sudah siap, tiket para penumang dicek oleh petugas dan kemudian satu per satu masuk menuju kapal. Para penumpang memiliki tempat duduknya masing-masing, kali ini kami bertiga mendapatkan kursi di kelas bisnis.

Karena keterlambatan ini maka lapur sudah harapan untuk menikmati sunset di pantai. Walaupun demikian kita masih bisa menikmati sunset dari kapal di tengah laut. Dari jendela terlihat warna jingga langit yang menyatu dengan matahari terbenam dan jelas sekali bentuk bulat matahari.

Para penumpang memiliki tempat duduknya masing-masing, kali ini kami bertiga mendapatkan kursi di kelas bisnis.

Alun – Alun Karimunjawa

Setelah 2 jam perjalanan akhirnya kita sampai di Pulau Karimunjawa dengan disambut langit yang sudah gelap. Kita bertiga dijemput oleh staff Guest House dan langsung menuju ke tempat yang akan kita tinggali selama 3 hari 2 malam nanti.

Guest House yang kami tempati cukup nyaman dan harganyapun tidak terlalu tinggi, sangat cocok untuk kantong traveller. Kami membereskan barang-barang pribadi, bersih-bersih dan kemudian mencari makan malam.

Kita diberitahu tentang festival makanan di Alun-Alun Karimunjawa, banyak sekali jenis makanan laut yang dijual di sana. Tidak afdol jika berlibur ke pantai kalau tidak mencicipi makanan laut. Kita langsung bergegas menuju alun-alun dengan berjalan kaki, karena jaraknya cukup dekat dengan guest house yaitu sekitar 500meter.

Sesampainya disana ternyata tidak hanya makanan laut saja yang dijual, ada juga makanan seperti jagung bakar, sosis bakar, nasi, mie goreng dan lainnya. Kita langsung mencari kios penjual yang bersih dengan ikan-ikan segar tentunya, setelah itu kita mencari tempat duduk yang nyaman. Tempat dudukpun bukan dikursi panjang seperti di foodcourt, tetapi lesehan yang diberi alas karpet plastik beserta meja kayu.

Kita diberitahu tentang festival makanan di Alun-Alun Karimunjawa, banyak sekali jenis makanan laut yang dijual di sana.

Rules Masyarakat Lokal

Kita selesai makan pukul 21.30, mungkin di Bandung, Jakarta atau Bali jam segitu masih ramai dan masih banyak yang beraktivitas. Tetapi tidak di pulau ini, pukul 21.30 semua pedagang sudah bersiap-siapa untuk pulang.

Saat itu kita merasa aneh, ini kan tempat wisata tetapi jam segitu udah siap-siap untuk tutup. Akhirnya kita pun memutuskan bergegas pulang juga ke Guest House untuk beristirahat.

Sepanjang perjalanan pulang suasana sudah sangat sepi, masyarakat lokal tidak ada yang berkeliaran di luar.  Yang terlihat hanya beberapa wisatawan yang sedang berjalan, beberapa minimarketpun sudah tutup.

Ayunan Sunset Point

Ayunan di Sunset Point

Sampai di Guest House saya menuju ke belakang (tempat dapur & ruang makan) di dinding ruang makan tertera notes “jam malam sampai 10 malam, setelahnya masuk ke kamar masing-masing atau jika ingin bersenang-senang pergi ke tempatnya. Jangan menggangu tamu dan penduduk sekitar”.

Setelah membaca itu kami mengerti mengapa jam 10 malam sudah sangat sepi, ternyata memang ada aturan yang ditetapkan oleh masyarakat lokal itu sendiri. Saya senang mengetahui akan hal itu, karena masih ada tempat wisata yang dominan diisi oleh wisatawan mancanegara tetapi tidak terbawa arus dan tidak mengubah atau menghapuskan peraturan yang ada sejak awal.

Tersedia beberapa tempat untuk wisatawan jika ingin berhura-hura pada malam hari, yaitu mini club indoor dan juga mini club outdoor dipinggir pantai.

Setelah membaca itu kami mengerti mengapa jam 10 malam sudah sangat sepi, ternyata memang ada aturan yang ditetapkan oleh masyarakat lokal itu sendiri

Sunrise rasa Sunset dibalik semak-semak.

Sebelum tidur kita menyalakan alarm untuk bangun pagi,  solat subuh dan juga menikmat sunrise pertama di Karimunjawa. Paginya kita menyewa motor dengan harga 75rb/hari.

Kita bergegas pergi menggunakan motor dengan bermodal bertanya kepada masyarakat lokal mengenai lokasi sunrise point.  Sepanjang perjalanan beberapa kali kita nyasar karena memang sunrise point tersebut tersembunyi di balik pohon-pohon.

Kita memarkirkan motor di sebuah cottage, lalu berjalan kaki menyusuri jalanan yang lumayan terjal dengan pemandangan pepohonan. Tak lama suara deburan ombak mulai terdengar, dibalik semak-semak akhirnya kita menemukan pemandangan alam yang sangat indah, masyaAllah.

Sepanjang perjalanan beberapa kali kita nyasar karena memang sunrise point tersebut tersembunyi di balik pohon-pohon.

Indahnya Karimunjawa

Setelah bermain air dan menikmati sunrise, kita kembali ke Guest House untuk sarapan. Tempat kami makan langsung menghadap ke laut, sehingga bisa menikmati birunya laut secara langsung.

Kita tidak mempunyai itinerary selama di Karimunjawa. Setiap tempat yang dikunjungi maupun aktivitas yang kita lakukan di Karimunjawa sangatlah spontan. Jadi, saat menemukan pantai indah di perjalanan, kita akan berhenti sejenak untuk menikmati indahnya ciptaan Tuhan.

Selama menjelajah Karimunjawa, pemandangan hamparan birunya laut lah yang selalu kami lihat. Pulau ini sangat kecil, dalam waktu sehari kami dapat mengelilinginya.

Pasir Putih Karimunjawa

Pasir Putih Karimunjawa

Selain itu, Karimunjawa sangat terkenal dengan penangkaran hiu yang telah ditetapkan menjadi Taman Nasional Karimunjawa. Lokasi penangkaran hiu ada di pulau Menjangan Besar Kepulauan Karimunjawa.

Tetapi saat saya kesana, penangkaran hiu sedang ditutup karena suatu hal. Selain penangkaran hiu, Karimunjawa terkenal dengan biota laut yang indah. Dengan demikian scuba diving maupun snorkeling menjadi aktivitas favorit wisatawan yang berkunjung kesana.

Menjelang sore hari kami memutuskan pergi ke pantai yang merupakan Sunset Point. Kami menikmati deburan ombak yang indah di gazebo pinggir pantai, sembari menunggu matahari tenggelam.

Bagi saya sunset tidak kalah indah dengan sunrise. Keduanya memiliki keindahan yang dapat memukau wisatawan, terutama saya khususnya.

Keesokan harinya merupakan hari terakhir saya dan teman-teman berlibur di Karimunjawa. Kapal kami berangkat pukul 11.00 siang dari Karimunjawa menuju Pelabuhan Semarang. Kami pulang menggunakan KMC Kartini dengan waktu tempuh 3 jam. Kita memilih untuk menyebrang ke Semarang karena ingin sehari berwisata kuliner di Semarang, lalu pulang ke Bandung menggunakan Kereta Api.

Kita tidak mempunyai itinerary selama di Karimunjawa. Setiap tempat yang dikunjungi dan aktivitas yang dilakukan itu sangat spontan dan random.

Budget Trip ke Karimunjawa

Bus Bandung Express : ± RP. 100.000/orang (Pesan di Traveloka harga promo)

Becak : Rp. 20.000

KMP Siginja : Rp. 100.000/orang

KMC Bahari Express : Rp. 185.000/orang (include tiket pelabuhan dan charge Mas Agen)

Guest House “The Panorama Karimunjawa” : Rp. 500.000 (include extraperson 1 orang)

Sewa Motor : Rp. 75.000/hari

Makan di Alun-alun : Rp. ± 100.000 / 3 orang

KMC Kartini : Rp. 185.000/orang

Total : Rp 830.000/ orang

Leave a Reply

Tags: ,
Kumpulan Foto Trip ke Beberapa Pantai di Pacitan
Masjid Agung Alun-Alun kota Bandung
Kumpulan Foto Sabtu Pagi di Kota Bandung
Berdiri di Perahu
Kumpulan Foto Trip Situ Cileunca Pangalengan
Kumpulan Foto Trip Yogjakarta!