Touring ke Curug Malela di Bandung Barat

Libur semester ganjil yang cukup kosong tanpa kegiatan, ditambah masa ini adalah penghujung tahun 2016. Diawali dengan ajakan Luthfi untuk kumpul dan menginap dirumahnya, malam itu kami (Ghiffari, Dimas, Dicky, dan saya Fajzar) merencanakan pergi ke suatu tempat untuk menambah catatan perjalanan dari nyikreuh.com. Kami sudah biasa untuk pergi secara mendadak, karena terdapat banyak tujuan yang bisa didatangi untuk sekedar berjalan-jalan, tetapi Dicky memberi tahu bahwa besok dia akan pergi ke suatu curug (air terjun), yaitu Curug Malela di Kawasan Bandung Barat. Maka dari itu kita merencanakan teknis keberangkatan untuk esok hari, dan akhirnya disepakati bahwa akan berangkat besok jam 7 pagi menggunakan sepeda motor


Hari H, Touring ke Bandung Barat

Saat hari keberangkatan, kami semua yang menginap dirumah Luthfi pulang terlebih dahulu ke rumah masing-masing dan berkumpul kembali di daerah Pasteur nantinya. Kami memulai perjalanan sekitar pukul 8 pagi dan seperti biasa tidak sesuai dengan jadwal, dimana sudah menjadi habit buruk bagi kami hehe. Perjalanan kami dari pasteur menuju daerah Bandung Barat cukup lama, karena kami beberapa kali berhenti untuk istirahat dan mengajak tambahan personil. Pertama kami menjemput teman kampus Dicky dan dilanjutkan mengajak saudara Dimas, setelah itu kami berangkat menuju tempat tujuan. Ohiya walaupun sama-sama Bandung Barat, untuk ke Curug Malela ini rutenya lumayan beda jauh kaya mau ke Sanghyang Heuleut.

Curug Malela Squad
Curug Malela Squad, berdiri di atas panggung pohon sambil menatap air terjun dari kejauhan

Diperjalanan kondisi lalu lintas cukup variatif, terkadang jalanan bagus dan ada juga jalan rusak yang seharusnya diperbaiki. Dihitung-hitung dari kami memulai perjalanan pada jam 8, kami sampai sekitar dzuhur di daerah curug (including penjemputan rekan tambahan dan nyasar sedikit hehe). Perlu diperhatikan jalan menuju curug, dari jalan raya hingga gerbang masuk untuk administrasi (bayar tiket) kondisi aspalnya cukup bagus ditambah dengan pemandangan kebun teh yang cukup memanjakan, tetapi ketika melewati gerbang jalanannya yaa begitulah, membuat kami ingin memutar balik dan melupakan tujuan kita. Kondisi jalan tersebut sangat cocok untuk motor trail, saya sarankan kalau ada tukang ojek, lebih baik gunakan jasa ojek saja, untuk motor apalagi motor matic takut berakhir memprihatinkan kalo dipaksakan hehe.

Sampai?

Setelah menempuh perjalanan yang “panjang” akibat keadaan infrastruktur, akhirnya sampailah kami diparkiran curug. Tempatnya cukup luas untuk memarkirkan beberapa mobil ataupun motor, banyak terdapat warung juga untuk beristirahat. Disana ada juga beberapa mamang ojek yang menawarkan perjalanan kebawah untuk menghindari rasa lelah, tapi kami memutuskan untuk berjalan kaki. Kondisi jalanan untuk menuju curug sangat bagus dan rapi, pengelola membuatnya cukup nyaman untuk berjalan. Terdapat mushola sebelum tangga turun, dan kami memutuskan untuk sholat terlebih dahulu sekalian istirahat.

Akses jalan yang bagus dari parkiran menuju ke air terjun
Akses jalan yang bagus dari parkiran menuju ke air terjun

Perjalanan kami lanjutkan, cukup melelahkan karena tangga yang kami turuni tidak kunjung habis tapi kami masih tetap semangat karena selagi menuruni tangga, suara air terjun pun semakin terdengar dengan jelas. Tak lama kami sampai ditempat istirahat kedua, tempatnya cukup bagus karena terdapat banyak saung dan panggung di pohon, panggung di pohon ini berhadapan langsung dengan curug malela, dengan pemandangan langsung curug dan hembusan anginya yang cukup sejuk seperti membuat rasa malas dan enggan melajutkan perjalanan ke curug semakin bertambah.

Setelah istirahat cukup lama, kami memutuskan untuk melanjutkan kembali perjalanan kami, oh iya ditempat kami beristirahat merupakan pemberhentian terakhir dari jasa ojek, sisanya hanya bisa dilanjutkan dengan berjalan. Selama diperjalanan, banyak sekali kalimat-kalimat motivasi dan ajakan untuk menjaga kebersihan yang cukup lucu menurut saya. Kontur jalan dari tempat saung menuju curug cukup licin, maka daripada itu perlu hati hati saat berjalan menuju curug. Untuk estimasi waktu yang dihabiskan dengan berjalan kaki dari tempat parkir menuju curug kurang dari 45 menit.

Salah satu dari sekian banyak plang yang bakal kita liat di sepanjang jalan menuju air terjun
Salah satu dari sekian banyak plang yang bakal kita liat di sepanjang jalan menuju air terjun

Curug Malela, Terbesar di Kawasan Bandung Barat

Sesampainya di curug, tidak hentinya mengucap syukur karena air terjunnya sangat lebar dan cukup megah menurut saya, memang airnya agak sedikit keruh dan ada beberapa sampah yang berserakan dari pengunjung maupun yang terbawa dari arus sungai, tetapi pengelola cukup apik dengan mengumpulkannya disatu tempat. Curug ini cukup lebar dan terdapat bebatuan besar, sangat cocok sekali untuk berfoto disana. Terdapat beberapa peringatan dari pengelola, yaitu untuk tidak buang sampah dan berenang di sungai (maafkan kami karena tidak melihat larangan ini dari awal), kami berenang karena memang cuaca cukup panas dan sudah diniatkan juga untuk berenang hehe. Kami beruntung pengelola tidak menindak kami, setelah berenang dan mengganti pakaian kami memutuskan untuk pulang sebelum hari berubah menjadi gelap.

Bebatuan besar di Curug Malela
Bebatuan besar di Curug Malela

Tidak terbayang ketika ratusan, bahkan ribuan anak tangga harus dinaiki untuk sampai ke tempat parkir. Hasil dari berenang disungai untuk mencari kesegaran ternyata hilang begitu saja ketika menaiki tangga karena kembali berkeringat. Setelah berjalan dengan diselingi berisitirahat akhirnya kami sampai di tempat parkir dengan cukup kelelahan, tetapi ada satu teman kami yang tertinggal dan ternyata dia sudah sampai duluan di atas, usut punya usut ternyata dia naik ojek keatas dengan harga 10 ribu rupiah untuk sekali jalan.

Pada perjalanan pulang kami singgah terlebih dahulu dirumah keluarga teman kampusnya dicky untuk istirahat, sholat ashar dan numpang makan gratisan. Setelah selesai istirahat kami memutuskan untuk pulang setelah maghrib karena perjalanan menuju bandung masih cukup jauh dari daerah bandung barat. Tim kami membubarkan diri kerumah masing-masing pada jam setengah 9 (sudah dirumah masing-masing). Ohiya saat pulang beberapa dari kami membeli oleh oleh khas cililin yaitu gurilem, gurilem ini sejenis kerupuk yang enak, gurih, pedas, dan manis juga dan memiliki harga yang cukup murah (5-15rb/kantong besar).

Terasiring di perjalanan menuju air terjun
Terasiring di perjalanan menuju air terjun

Rincian Biaya

  • Tiket Masuk : Rp 5.000/Orang
  • Masuk Motor : Rp 5.000/Motor, bagi 2 jadi Rp 2.500/orang
  • Bensin : Rp 25.000/Motor, bagi 2 jadi Rp 12.500/orang
  • Jajan : Rp 5.000
  • Gurilem : Rp 15.000 (2 jenis plastik besar)
  • Total Biaya : Rp 40.000 Per Orang

Terimakasih telah membaca catper kami tentang Curug Malela ini, jangan lupa follow instagram kami di @nyikreuh untuk update foto-foto terbaru diberbagai tempat yang telah kita kunjungi.



You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *