A Sweet Escape of Yogyakarta

Tahun 2017, untuk yang kesekian kalinya saya kembali ke kota Yogyakarta. Kota yang memiliki begitu banyak destinasi wisata alam yang memukau, membuat gaada habisnya saya untuk kembali ke kota ini, termasuk kesan pertama dan kenangan manis yang pernah ada di Yogyakarta. Disini saya bakalan nyeritain tentang liburan awal tahun saya di kota Yogyakarta dengan cerita, perjalanan dan juga teman seperjalanan yang berbeda dari trip sebelumnya.

Berangkat dari Bandung

Bandung, adalah kota pertama sebelum berangkat ke Yogyakarta atau orang biasa manggil dengan sebutan ‘Jogja’. Saya pergi bareng temen-temen kuliah, sekitar jam 9 malem, hari Selasa 10 Januari 2017 pake mobil pribadi dengan check point di geger kalong (daerah Bandung Utara) dengan tujuan Jogja tapi belum tau mau kemana aja sampe akhirnya pergi dan tidur di spbu daerah Purwokerto.

Gumuk Pasir Parangkusumo
Gumuk Pasir Parangkusumo, salah satu tujuan kita di Jogja

Hiking ke Gunung Merbabu

Awalnya sih kita udah searching ke daerah Dieng dan di lanjut hiking ke Prau. Tapi abis baca info yang katanya lagi di tutup karena ada penghijauan, saya langsung cari destinasi lain dan didapatlah Gunung Merbabu di daerah Magelang. Sehabis sholat subuh di spbu itu kita langsung pergi ke tempat tujuan. Ohiya, seklilas tentang Gunung Merbabu yang saya tau, gunung tersebut terletak di bagian Barat Kabupaten Magelang, bagian timur Boyolali, bagian utara Semarang dan bagian selatan Salatiga. Gunung ini punya ketinggian 3142 mdpl dengan 3 puncak. Gunung ini punya 4 pos pendakian, yaitu selo, kopeng, wekas dan 1 pos pendakian baru yang cukup banyak di kunjungi sama pendaki 1 tahun terakhir ini, yaitu suwanting. Saya pake jalur selo karena menurut review yang dibaca, jalur ini ga terlalu sulit untuk dilalui sama pendaki yang amatir, cuma waktu perjalanan emang lebih lama dari jalur lain. Jalur selo ini ada di Kabupaten Boyolali.

Gunung Merbabu
Gunung Merbabu dengan Awan yang menyelimuti puncaknya

Saya nyampe di basecamp pos selo itu sekitar jam 12 siang pada hari Rabu. Abis itu kita packing nih, mandi dan istirahat sebentar buat nyiapin tenaga dan pada akhirnya mulai naik jam setengah 3 sore ditemani oleh hujan rintik dengan intensitas sedang. Tiba di pos 3 dan mengalami kendala, yaitu terjebak hujan badai yang ngeharusin kita untuk ngecamp disana. Awalnya ada kepikiran mau turun lagi setelah hujan badai turun atau naik lagi sampe sabana II dan puncak kenteng songo jam 2 malem buat summit. Tapi kalian tau akhirnya gimana? Saya dan teman tertidur pulas jam 11 malam dan ga sadar kapan badai berhenti, dan kebangun jam 5 subuh hehehe. Jadi, harus ngelupain keinginan buat summit dan turun lagi hari kamisnya jam 9 pagi. Agak nyesel sih, tapi nanti ya insyaAllah bakalan coba di lain kesempatan. Nyampe ke basecamp dan berencana untuk pergi ke pantai Pok Tunggal di Kabupaten Gunung Kidul.

Pantai Selatan Yogyakarta

Setelah mengalami masa sulit dan banyak kendala cuaca ketika para pendaki amatir mendaki gunung Merbabu, dan berharap destinasi selanjutnya ga mengalami hal yang sama. Pergi dari basecamp jam 2 siang dan sampe di pantai selatan Pok Tunggal jam 5 sore dengan harapan mendapatkan sunrise, tapi sayangnya awan yang mendung sehingga matahari ketutup sama awan.

Sunset di Pantai Pok Tunggal
Sunset di Pantai Pok Tunggal

Saya milih pantai Pok Tunggal karena pantai ini termasuk pantai yang cukup nyaman buat dipake ngecamp. Selain itu, Pantai Pok Tunggal punya sunrise, pasir putih dan warna air yang masih jernih. Tempat ini emang punya pemandangan dan suasana yang menenagkan hati, ditambah orang2 yang ada disana cukup ramah. Jadi ya cukup nyaman lah kita ada disini. Langsung aja kita buka tenda di deket pohon dan pasang hammock biar bisa langsung nyantai dan menikmati alam. Jam 8 kita masak2 sambil nikmatin obrolan santai ditemani suara ombak dan musik di malam hari. Walaupun Kamis malam suasana disana ga terlalu sepi, ada beberapa tenda yang ngecamp .

Bangun di pagi hari dan masih menikmati suasana santai di pantai sebelum akhirnya kita hijrah buat nyari tempat yang lain. Sekitar jam 9 saya pergi dan menyusuri beberapa pantai yang keliatan di mobil ajasih, salah satunya indrayanti yang cukup deket sama pantai Pok Tunggal. Sampe akhirnya mobil yang saya dan temen2 bawa sampai di Parangkusumo, disitu ada Gumuk Pasir yang emang lagi ngehitsdan banyak jadiin buat spot foto2 turis. Pastinya saya ga ngelewatin foto2 di tempat itu dan main sandboarding dan akhirnya balik ke kota Jogja.

Plang Gumuk Pasir
Plang Gumuk Pasir di Parangkusumo

Yogyakarta
Nyampe di Jogja pas hari Jum’at siang dan baru bisa check in hotel yang ada di jalan Urip Sumoharjo jam 2. Selama di kota tempat yang kita kunjungi sih gaada lagi yang berhubungan dengan wisata alam. Disini saya cuma pengen Menikmati Kota Jogjakarta, kaya tempat nongkrong, kafe dan mall yang ada Jogja. Karena emang selama saya pergi ke jogja itu selalu bersama partner traveling yang berbeda, jadi ya serunya selalu merasakan suasana liburan di tempat yang sama tapi situasi yang selalu berbeda. Ohya, ada salah satu tempat makan yang emang mungkin hits, yaitu house of Raminten. Recommended untuk di coba. Terimakasih, semoga ga bosen membaca catper yang sering membahas mengenai Jogjakarta hahaha. Jangan lupa follow instagram kita di @nyikreuh untuk info mengenai trip lainnya, semoga bermanfaat.



You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isi captcha dibawah ini terlebihdahulu *